Cara membuat cepat loading Website gampang-gampang susah. Namun ini perlu dilakukan untuk memenuhi Core Web Vitals (CWV) Google di algoritma terbaru

FIX! Cara Ini Membuat Loading Website Jadi Cepat Sesuai Core Web Vitals Google

SciTechFIX! Cara Ini Membuat Loading Website Jadi Cepat Sesuai Core Web Vitals...

Keuntungan memiliki sebuah website sangat banyak. Namun jika web atau landing page yang hanya bermodalkan desain bagus, TIDAKlah CUKUP.

BAGUS tampilannya! tapi lemot waktu diakses menjadi bumerang bagi pemilik website atau blog.

Pasalnya seseorang akan langsung menutup website yang sedang ia lihat ketika informasi yang dicari tak kunjung muncul di layar khususnya pengguna smartphone.

Beberapa penelitian telah dilakukan oleh aplikasi mesin pencari raksasa seperti Google dan Bing yang menunjukkan sejumlah fakta menarik, diantaranya:

  • Sekitar 53% pengunjung akan menutup website kamu, jika memuat lebih dari 3 detik
  • Jika antar halaman web yang dibuka membutuhkan waktu tampil rata-rata 3,21 detik
  • Bagi konsumen yang sering belanja online, sekitar 53% mengakui bahwa loading halaman yang cepat membantu mereka langsung bertransaksi
  • Hampir sektar 77% website saat ini yang diakses melalui ponsel membutuhkan waktu loading lebih dari 10 detik
  • Rata-rata setiap 1 detik penundaan ketika merespons antar halaman dapat membuat pengurangan 7% konversi transaksi
  • Sebagian besar pengunjung yang menggunakan telpon selullar (-+90%) akan berpikir meninggalkan website ketika waktu muat halaman bergerak dari 3 hingga 5 detik

Sementara hasil penelitian dari ahli SEO MOZ.com, Geoff Kenyon yang dirangkum Niagahoster menyebutkan fakta menarik soal betapa pentingnya kecepatan website terutama JANGAN LEBIH dari 5 detik.

  • Jika website dimuat dalam 5 detik artinya web Anda lebih cepat dibandingkan 25 persen website lainnya.
  • Jika website dapat dimuat dalam 2,9 detik berarti web Anda lebih cepat dibandingkan 50 persen website lainnya.
  • Jika website dapat dimuat dalam 1,7 detik, ini sudah LUAR BIASA! karena artinya web Anda lebih cepat dibandingkan 75 persen website lainnya.
  • Jika website dapat dimuat dalam 0,8 detik, LUAR BIASA! karena web Anda artinya lebih cepat dibandingkan 94 persen website lainnya.

Baca juga : Masih Perlukah Punya Website di ERA Media Sosial dan eCommerce Saat Ini?

Pengaruh Kecepatan Website ke Bisnis

tim jasa desain grafis

Berdasarkan fakta data diatas, menurut Google yang telah menganalisis jutaan kebiasaan pencari informasi di internet dari berbagai jenis website, sebuah halaman web yang akses loadingnya lebih dari 3 detik akan ditinggalkan oleh 53% pengunjung.

Jelas saja hal ini akan mempengaruhi apapun bisnis yang sedang kamu lakoni sekarang. Kamu akan kehilangan sekitar 7% potensi penghasilan.

Tidak saja soal 7%, masalah kecepatan website bisa MERAMBAH kemana-mana. Seperti misalnya website kamu lama-kelamaan akan kehilangan kepercayaan, pengunjung malas kembali, dan yang paling parah adalah kekecewaan yang diceritakan dari mulut ke mulut.

So… Membuat Website kamu memiliki akses kecepatan maksimal sangatlah PENTING.

Cara Membuat Loading Website Cepat Sesuai Core Web Vitals Google

Sebagai tambahan: Dari hasil uji coba tim Toper.me, satu hal yang perlu kamu perhatikan adalah sebuah Website memiliki banyak halaman.

Setiap halaman bisa memiliki kecepatan yang berbeda-beda karena beberapa faktor seperti memiliki struktur DOM (Document Object Model) yang berbeda, ukuran gambar, javascript yang digunakan, kode script pihak ketiga seperti Google Analytics, kode Adsense, Plugin yang digunakan, Template, dan banyak lagi.

Jadi usahakan minimal halaman TARGET kamu memiliki optimasi kecepatan website yang baik. Lebih bagus lagi kalau setiap halaman memenuhi kriteria kecepatan loading website yang ditentukan Google yakni Core Web Vitals.

Apa Itu Core Web Vitals?

Core Web Vitals atau Data Web Inti adalah laporan yang menunjukkan performa halaman sebuah website berdasarkan data penggunaan di dunia nyata.

Core Web Vitals atau CWV menjadi pembicaraan di kalangan web developer dan pemilik website atau blog seantero dunia karena telah menjadi salah satu METRIK BARU dalam cara Google mengukur Page Experience untuk memenuhi USER Experience (pengalaman pengguna) yang baik sejak dirilis pada 28 Mei 2020.

YouTube video

Tonton penjelasan Ahli dari Google Chrome Developers. Dalam video tersebut menjelaskan tentang SEO, bagaimana faktor-faktor Vital Web Inti, dan cara menggunakan Search Console untuk meningkatkan vital situs Anda.

Mengapa Performa Halaman Penting

Menurut Google, waktu muat halaman yang lama berdampak buruk pada rasio pantulan (bounce rate) terutama di smartphone. Contoh:

  • Jika waktu muat halaman bertambah dari 1 detik menjadi 3 detik, rasio pantulan akan meningkat sebesar 32%
  • Jika waktu muat halaman bertambah dari 1 detik menjadi 6 detik, rasio pantulan akan meningkat sebesar 106%

Ada 6 metrik penting dalam Data LAB Google untuk mengukur dan menghitung skor performa sebuah halaman website yakni:

  • First Contentful Paint (FCP),
  • Speed Index (SI),
  • Largest Contentful Paint (LCP),
  • Time to Interactive (TTI),
  • Total Blocking Time (TBT),
  • Cumulative Layout Shift (CLS)
LCP, FID, CLS dari Core Web Vitals

Sementara laporan Core Web Vitals didasarkan pada tiga metrik penting yakni: LCP, FID, dan CLS. Walaupun demikian TBT, TTI, dan SI juga sangat penting karena saling berhubungan.

Jika URL (halaman web) tidak mencapai jumlah data pelaporan minimum untuk setiap metrik ini, URL tersebut tidak akan disertakan dalam laporan sebagai tanda LULUS.

Berikut nilai metrik dari Core Web Vitals:

MetrikBaikPerlu peningkatanBuruk
LCP<=2,5 dtk<=4 dtk>4 dtk
FID<=100 mdtk<=300 mdtk>300 mdtk
CLS<=0,1<=0,25>0,25
Sumber data: web.dev/vitals/

Cara mengukur kecepatan website berdasarkan Core Web Vitals

Google telah menyiapkan sebuah tools aplikasi berbasis web untuk mengukur skor keenam metrik terutama Core Web Vitals yakni Google Page Speed Insights.

Penjelasan lebih detil mengenai Core Web Vitals akan dibahas pada halaman lain ya…

Sekarang kita bahas dulu kenapa website jadi lambat alias lemot banget..

5 Hal Penyebab Website Lemot

Ketika menggunakan Wordpress sebagai basis instalasi website maka ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan website jadi lambat.

  • Salah Pilih Web Server Hosting
  • Penggunaan Tema Wordpress yang berat
  • Plugin yang digunakan terlalu banyak dan berat
  • Iklan yang dipasang terlalu banyak
  • Ukuran gambar yang tidak di optimasi lebih dulu

1. Salah Pilih Web Server Hosting

Tanpa server maka website kamu tidak akan bisa online. Untuk menghasilkan website dengan kecepatan maksimal kamu harus memilih Server Web Hosting terbaik dan bagus.

Cukup banyak saat ini layanan hosting wordpress terbaik yang memberikan harga murah namun berkualitas baik server lokal seperti Exabytes, Qwords, Dewaweb, Rumahweb, Masterweb, dll maupun luar.

INGAT! Lokasi server juga termasuk menentukan kecepatan sebuah website dan dari mana pengunjung website kamu datang.

Semakin dekat Server kamu dengan calon pengunjung akan mengurangi Time to Interactive yang bisa mempengaruhi LCP dan FCP serta Total Blocking Time.

Saat ini, Toper.me menggunakan Virtual Private Servers (VPS) dari OVH Web Hosting. Singapura menjadi lokasi pilihan paling dekat dari Indonesia sebagai basis Server.

Namun sebenarnya SETINGAN / racikan dalam server adalah faktor PALING PENTING dalam membuat halaman website cepat ketika diakses dari PC Desktop maupun hp pintar.

Dalam VPS berbasis LINUX yang di install Web Server Nginx dengan sistem operasi Debian yang kami gunakan, ada racikan Redis Database, Caching, Gzip Compression, dan masih banyak hal teknis lainnya khusus.

Semuanya kami terapkan dalam penawaran Jasa Pembuatan Website sekaligus pemerlihataan Server Toper.me.

Faktor ini ada bahasannya sendiri ya… karena cukup teknis.

Sebagai uji coba, silahkan test Core Web Vitals halaman ini.

2. Tema Wordpress Yang Berat

Cara Membuat Core Web Vitals Berwarna Hijau

Untuk mendapatkan hasil loading website yang tidak lambat sebaiknya menggunakan template atau themes yang ringan.

Sayangnya tema yang ringan kadang hanya memberikan tampilan basic (dasar) yang hanya cocok ketika kamu akan menulis artikel biasa tanpa banyak embel-embel.

Untuk desain yang lebih profesional kamu membutuhkan Tema Wordpress atau bahkan Page Builder yang tentu saja sangat berat.

Pasalnya hampir semua fitur seperti header, slider, widget, footer, ada dalam tema premium ini.

Namun sebenarnya jika kamu sudah mengerti apa yang mesti dilakukan untuk mendapatkan hasil Core Web Vitals terbaik, tema apapun yang digunakan pasti bisa di optimasi.

Contohnya, Toper.me menggunakan Tema Premium Newspaper by tagDiv yang harganya mencapai Rp 1 juta (US$ 59) dari ThemeForest.

Dirilis sejak 4 September 2013, sampai hari ini template premium untuk situs berita tersebut telah terjual sekitar 110,944 kali.

Banyak situs besar memakainya dan so … pasti karena fiturnya sangat lengkap maka themes ini sangat berat.

Namun tim Toper.me mencoba meng-optimasi-nya sehingga bisa mendekati apa yang diinginkan Google berdasarkan Core Web Vitals.

Kami mengkombinasikan beberapa plugin yang melakukan Minify CSS Files, Minify CSS Javascript, men-delay script yang tidak dibutuhkan, menggunakan Lazyload untuk gambar (image), dan lain sebagainya masalah teknis.

Coba lagi deh, berapa Core Web Vitals halaman ini dan page lainnya?.

3. Plugin yang digunakan terlalu banyak dan berat

Wordpress adalah CMS (Content Manajemen System) yang paling banyak digunakan publisher di dunia.

Salah satu kelebihannya adalah karena Wordpress di dukung oleh komunitas developer yang banyak membuat PLUGIN pendukung.

Adanya plugin sangat membantu web developer untuk membangun sebuah situs / blog yang diinginkannya.

Namun salah memilih plugin dan tidak tahu cara setting terbaik juga bisa menjadikan website kamu bermasalah dan tidak bisa mencapai hasil maksimal terutama soal Core Web Vitals.

Di Toper.me, tim kami memakai beberapa plugin premium yang harganya cukup tinggi. Plugin Cache yang digunakan adalah WP-Rocket yang dikombinasi dengan Web Server Nginx melalui settingan khusus sehingga Cache tidak lagi melalui PHP tapi langsung via Nginx.

Sebenarnya kamu juga bisa menggunakan W3 Total Cache, WP Super Cache, Wp Fastest Cache, atau Hyper Cache, dan masih banyak lagi.

Sementara untuk Optimasi CSS, HTML, dan JS bisa memakai plugin gratis namun powerfull yakni Autoptimize yang telah diunduh lebih dari 1 juta pengguna Wordpress.

4. Ukuran Gambar Yang Tidak di Optimasi Lebih Dulu

Kamu bisa memasukkan gambar (images) dalam bentuk JPEG, PNG, SVG, WebP ke Wordpress. Masalahnya jika tidak di optimasi dengan benar, gambar bisa membawa petaka bagi website / blog kamu.

Jika salah optimasi gambar, ukuran file bisa menjadi besar dan memperberat server. Ujung-ujung menghambat kecepatan situs kamu.

Selain itu, gambar kini sangat mempengaruhi salah satu metrik Core Web Vitals yakni LCP (Largest Contentful Paint).

Pakai bantuan plugin khusus image seperti Smush, EWWW Image Optimizer Cloud, Shortpixel, Robin Image Optimizer, dll, untuk meng-optimasi gambar.

Namun berdasarkan pengalaman kami, sebaiknya perkecil ukuran gambar sebelum diunggah ke blog. Gunakan software seperti Photoshop, Illustrator, untuk mengecilkan ukuran file gambar, atau Advanced Image Editor Online seperti Photopea.

Cara ini akan sangat membantu meringankan kerja plugin yang imbasnya ke pemakaian resource bandwidth server kamu cukup drastis. Bahkan jika optimasi gambarnya dilakukan dengan benar, kamu tidak perlu menggunakan plugin image.

5. Script Pihak Ketiga Terlalu Banyak Termasuk Iklan

Penggunakan source script dari pihak ketiga kadang tidak bisa dihindari. Script bisa datang dari penggunaan Twitter, Instagram, Whatsapp, Facebook, Analytics, iframe Video Youtube, Google Maps, Fonts premium seperti Font Awesome dan Fonts Google, hingga iklan seperti Adsense, MGID, yang diletakkan dalam sebuah halaman website.

Kehadiran script pihak ketiga akan sangat memperlambat kinerja server kamu. Sayangnya, sangat sulit mengendalikan script ini karena datang dari luar luar.

Kalau pengen dapat hasil terbaik dari Core Web Vitals, sebaiknya hindari penggunaan Script pihak.

Namun di zaman sekarang, kayaknya sulit jika website kita hadir tanpa ‘mereka’. Salah satu cara Toper.me untuk meng-optimasi script ini agar tidak terlalu mengganggu kecepatan loading blog yakni dengan menambah atribut DNS Prefetch, Preconnect, atau Preload pada script pihak ketiga tersebut.

Contohnya:

  • <link href=’//www.google-analytics.com’ rel=’dns-prefetch’/>
  • <link href=’//pagead2.googlesyndication.com’ rel=’dns-prefetch’/>
  • <link href=’//fonts.googleapis.com’ rel=’dns-prefetch’/>
  • <link href=’//fontawesome.com’ rel=’dns-prefetch’/>

Sekian dulu pembahasan soal cara membuat website lebih cepat sesuai standar Core Web Vitals. Kalau dirasa bermanfaat, tolong di share ya…

Populer

HyPE!

Bola

MotoGP